widget
http://www.antonhariyanto.co.co. Diberdayakan oleh Blogger.

8 Penyebab Payudara Kendur

Saat perempuan mencapai usia tertentu, payudaranya akan mengendur. Hal itu wajar karena kelenjar susu mengecil, sehingga ada ruang kosong dalam kulit pembungkus payudara.
Kekenduran itu juga bisa diakibatkan perubahan tubuh yang drastis, sehingga lemak dalam payudara berkurang. Sementara kondisi itu tidak disertai mengecilnya kulit pembungkus payudara.
Seorang insinyur pesawat terbang kelahiran Newport, Texas, Amerika Serikat, Ir. N.O. Brantly menyatakan, seperti pesawat terbang, tubuh manusia juga terkena hukum gravitasi. Bagian tubuh itu terutama yang menonjol dan tidak disangga, misalnya oleh otot atau tulang. Tonjolan yang dimaksud adalah payudara.
Pendapat tersebut dibenarkan Dr. Melissa S. Luwia, MHA, dari Yayasan Kanker Indonesia. Karena menonjol dan tidak punya otot, payudara sangat terpengaruh gaya gravitasi. Itu sebabnya, menggantungnya (suspensi) organ ini mesti disangga oleh alat tertentu. Alat itu biasa kita sebut bra, kutang, penyangga payudara, atau BH (breast holder).
Menurut Brantly, BH justru merupakan penyebab terbanyak yang membuat payudara tidak indah. Sayangnya, tidak banyak perempuan yang menyadarinya. Mereka tidak tahu, seperti apa BH yang terbaik untuk menunjang keindahan payudara.
Berikut beberapa faktor penyebab turun dan kendurnya payudara selain hal-hal yang sudah disebut.
1. Melahirkan dan menyusui. Ukuran payudara semakin berkembang seiring dengan usia kehamilan. Membesarnya payudara membuat massanya bertambah. Akibatnya, tarikan ke bawah semakin kuat.
2. Terlalu besar dan terguncang. Mirip dengan kasus ibu menyusui. Massa payudara mempengaruhi tarikan gravitasi. Semakin besar massa, semakin besar juga gaya gravitasinya, apalagi kalau payudara selalu terguncang, khususnya pada para atlet.
3. Tidak ada penyangga. Membiasakan diri tanpa BH akan menyebabkan kendur, apalagi bila ukuran payudara tergolong besar.
4. Kebiasaan buruk. Tidur miring bisa membuat payudara kendur. Ini bisa dijelaskan dengan teori gravitasi bumi. Pada tidur miring, payudara tidak ada yang menyangga sama sekali, kecuali oleh BH. Berbeda dengan tidur telentang, karena payudara disangga oleh tubuh.
5. Penyakit. Penyakit seperti TBC (tuberkulosis) atau kanker bisa mengakibatkan payudara menjadi kecil, kendur, atau turun. Ini karena virus dan sel ganas yang merusak organ tubuh.
6. Kurang gizi. Walau konsumsi makanan bergizi lebih berguna untuk mengencangkan kulit, faktor ini sangat penting. Penyakit seperti TBC atau kanker bisa muncul akibat kurang gizi. Makanan seperti kubis, kacang kedelai, tempe, susu kedelai, dan bawang putih sangat bagus untuk mencegah kanker payudara.
7. Perlakuan kasar. Setiap inci dari tubuh kita harus diperlakukan secara halus, apalagi payudara. Perlakuan kasar seperti meremas-remas terlalu kuat, sangat menentukan keindahan payudara. Juga bila kita menggunakan BH yang membuat payudara tertekan, terjepit, dan lain-lain.
8. Kesalahan memakai BH. BH terlalu kecil, terlalu kencang, atau dibuat dengan bahan tidak bagus, bisa menyebabkan payudara tidak sehat. Akibatnya, payudara menjadi kendur dan turun
sumber: http://kabariberita.wordpress.com/2010/01/21/inilah-8-penyebab-payudara-kendur/

Cigarette TVC War

Saya bukan perokok. Tapi  saya menyukai iklan-iklan rokok. Banyak sesuatu yang bisa didapatkan jika menyaksikan tayangan iklan tersebut. 
Iklan rokok Sejati misalnya kerap menampilkan sepotong kisah yang berisi semangat hidup yang dibalut dalam tantangan keseharian. Intinya, selalu ada peluang dibalik tantangan yang menghadang. Salah satu versi yang paling saya suka dari iklan brand ini adalah, semangat untuk tidak melupakan kawan lama yang pernah berjuang bersama dikala susah. Versi lain yang cukup mengelitik adalah semangat untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan menjualnya ke turis asing.

Lewat positioning "Sejati, Emang Bikin Bangga", kampanye iklan produk buatan PT Bentoel Tbk ini, agaknya mencoba lebih membumi. Pasalnya, pemimpin pasar di segmen sigaret kretek filter, yakni Jarum Super (My Life My Adventure) terasa mengawang-awang. Pemain terbesar kedua, Gudang Garam (Nyalakan Merahmu) masih lebih dekat dengan suasana keseharian. Simak iklan versi karyawan yang di PHK namun sukses jadi wirausahawan atau pengusaha makanan yang berhasil meningkatkan omzet setelah mengubah konsep bisnisnya.

Namun, diluar semua itu, menurut saya brand paling kreatif dalam mengemas kampanye promosi tetaplah A Mild. 
Kenapa? 
Karena, jika brand lain cendrung konsisten dengan positioning, A Mild terus berubah-ubah, bahkan kerap menabrak status quo. Simak positioning Star Mild (Lebih Punya Taste, Lebih Terobesi) atau Class Mild (Talk Less Do More). Kedua merek yang merupakan challenger di segmen mild ini, selalu mengubah gaya beriklan namun dengan pendekatan yang tetap sama. Mungkin yang lebih mendekati pola A Mild adalah LA Light. Namun sepertinya, produk buatan PT Jarum Tbk ini, karakternya kurang kuat.

Tengok juga kampanye Dji Sam Soe. TVC Dji Sam Soe, mereka selalu berbicara tentang heritage or tradition, authenticity, dan quality consistency dari produk rokok Dji Sam Soe sendiri. Sehingga the product premium and superior quality menjadi core positioning Dji Sam Soe. Berbagai eksekusi TVC menunjukkan hal ini dengan nyata, di antaranya tentang seseorang yang tengah kuliah di luar negeri dan merindukan Dji Sam Soe, kemudian tentang petani tembakau yang begitu bahagia karena kualitas tembakau terbaiknya telah dipercaya oleh Dji Sam Soe, serta petani cengkeh yang bangga akan kualitas cengkehnya yang digunakan oleh Di Sam Soe. Jelas bahwa di sini kualitas atribut produk Dji Sam Soe sendiri merupakan positioning-nya.

Kembali ke A Mild. Seperti yang kita saksikan di layar kaca, kampanye terbaru dari produk yang kini dikuasai oleh Phillip Morris, sejak pertengahan 2009 mengusung tema "Go A Head". Positioning ini, sejujurnya terbilang biasa, sebab frase Go Ahead sudah terbilang umum. Meski demikian, translasi dari bahasa verbal menjadi visual menjadi sangat menarik, saat menyaksikan ragam TVC A Mild dengan slogan tersebut.

Simak misalnya, TVC si gendut ingin berenang atau dua sejoli yang malu-malu kucing untuk berkenalan. Dua TVC ini menjadi pembuka kampanye Go A Head di 2009. Sementara sepanjang 2010, A Mild sudah mengeluarkan sedikitnya lima varian TVC. Dua varian terakhir adalah cowok dan cewek yang berani meniti tali untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ditengah kepungan tali-tali yang berseliweran di seantero gedung. Inti dari pesan itu, mungkin adalah kita perlu mengambil terobosan, karena hidup tak harus terkungkung dalam kerangkeng.

Bisa jadi iklan gaya A Mild itu, mirip dengan kampanye ilan yang dipopulerkan oleh Nike pada era '80-an, yakni Just Do It. Tema ini yang kental dengan semangat "pemberontakan", mengatrol Nike sebagai merek sepatu terkemuka sekaligus mendongkrak Charles Jourdan sebagai atlet paling top saat itu. TVC Go A Head paling anyar lebih menggigit ,lebih menyentuh dan mendongkrak libido petualangan dan pemberontakan hanya dengan kata-kata.

Jadi, Go A Head, lakukan saja apa yang ingin Anda lakukan! Ubahlah cara Anda dalam menikmati hidup. Setuju?